Lirik Lagu Ernie Djohan

Teluk Bayur

Selamat tinggal teluk bayur permai
daku pergi jauh ke negeri seberang
kukan mencari ilmu di negeri orang
bekal hidup kelak di hari tua
Selamat tinggal kasihku yang tercinta
doakan agar kucepat kembali
kuharapkan suratmu setiap minggu
kan kujadikan pembuluh rindu
Reff :
Lambaian tanganmu kurasakan pilu di dada
kasih sayang kubertambah padamu
air mata berlinang tak terasakan olehku
nantikanlah aku di Teluk Bayur

Mutiara yang Hilang

Lama sudah aku mencari
ketenangan didalam diri
atau tempat pautan hati
kala ku sendiri
Reff :
Dikaulah mutiara yang lama kucari sekarang berjumpa
Mutiara yang hilang hanyalah kiasan tapi dikau orangnya
kini aku telah bertemu
dia yang telah lama kucari
mutiara yang hilang dulu jumpa lagi

Jatuh Cinta

Sejak pertemuanku dan pandanganmu yang mula pertama
muncul perasaan teramat berkesan waktu itu juga
sinar matamu membuat diri seakan dibuai dengan mesra
mungkinkah diriku telah jatuh cinta
Manis budi bahasamu yang telah kurasakan dalam kalbu
diriku selalu merasa bahagia berada disampingmu
pasti kurasa disaat nanti engkaulah tempat curahan cinta
semoga tercapai maksud hati ini

Kenangan Manis Musti Berlalu

Usahkan tangiskan kenangan yang lalu
kenangan nan manis musti berlalu
ikhlaskan daku kupergi darimu
demi cintaku kasihku padamu
Reff :
kutahu ku tak kuasa
betapa cintaku padamu
namun kenangan nan manis kini musti berlalu

Jemput Aku Jam Lima Sore

Jemputlah aku jam lima sore
kau kutunggu di muka rumahku
dan jangan lupa karna kau datang
bilanglah dulu pada ayahku
Reff :
jangan kau ragu dan jangan takut
asalkan nanti cepat pulang
jangan kau lupa jam lima sore
kau kutunggu di muka rumahku

Senja Di Batas Kota

Senja dibatas kota
selalu teringat padamu
saat kita kan berpisah
engkau untuk berapa lama
walau senja berganti
wajahmu selalu terbayang
waktu engkau ku lepaskan
berdebar hati didada
tiada dapat kulupakan
peristiwa kisah ini
engkau diseberang sana
menunaikan tugasmu
Reff :
senja di batas kota
terlukis di dalam kalbu
hanya bila kau kembali
hidupku akan bahagia

Hujan

Rintik hujan deras mengalir
turun dari angkasa
tiada burung-burung berkicau
semua meneduh di sarang
tik tik tik tik bunyi suara
teratur berirama
tiada insan di jalan raya
semua meneduh di rumah
Reff :
sehingga kubatalkan janji
janji dengan si dia
semakin kurasakan sedih
ahh… hujan lagi
tik tik tik tik bunyi suara
teratur berirama
hujan turun tidak berhenti
terpaksa aku dirumah

Samudraku

Kududuk ditepian pantai
samudraku indah dan permai
ku ingin bebas
ku ingin lepas
menuju samudra bebas nan permai

Mustafa

Oh kawan dengar cerita
ceritanya kisah lama
pernah kau dengar Mustafa
Mustafa dengan Aminah
Oh mereka saling bercinta
tapi Mustafa telah berputra
Aminah mendengar itu
dia lalu membawa palu
kepala Mustafa biru
karena habis di palu

Selalu Kuimpikan

Semalam kubermimpi
jumpa dikau kembali lagi
dengan belaian kasih sayang
dalam pelukan rindu
Kau bisikkan di telinga
kata mesra penuh sanjungan
seakan ku terlena diri
terpaut olehmu
Reff :
Tiba kuterjaga
kau hilang disaat itu
kuingat dikau bukan kasihku
yang sudah lama pergi tak kembali
termenunglah sejenak
mengenangkan impian lalu
wajah bekas kasihku itu
selalu kuimpikan

Kuberjalan Sendiri

Sungguhkah kau tampan
bila engkau berjalan sendiri sayang
ingin aku menyapa padamu
tetapi mengapa hatiku selalu tak mau sayang
tunggu nanti engkau menyapa padaku
Reff :
Dalam hati aku telah jemu padamu
sampai kini engkau tak menyapa padaku
mungkin telah ada yang punya
sungguh kejam kau ini
kalau terus begini sikapmu oh sayang
jangan biarkan hati dirunduk rindu

Usia Dewasa

Satu satu dua tiga
hatiku gembira
ibunda berkata
aku sudah dewasa
boleh berkata sampai jam dua
pergi kemana saja
asal minta dulu
pada ibu
kini ibu dan bapak selalu tertawa
bila ku pergi dengannya
hip hip hura
hampir aku lupa
ayahku berkata
aku sudah dewasa
boleh memilih idaman hati
miskin ataupun kaya
asal minta dulu pada papa

Kau Selalu Dihatiku

Kau selalu di hatiku
terpaut di dalam sukma
tiada ku bimbang
tiada ku ragu
akan setia janjimu
bersemi di dalam kalbu
penawar hati nan lara
padamu bintang
padamu bulan
saksi yang abadi
Reff :
sambutlah tanganku ini
belailah dengan mesra
kasihku hanya untukmu
hingga akhir nanti
Kau selalu di hatiku
bersemi didalam kalbu
dari semula
hingga akhirnya
kasihku serahkan

Sejak di Perjalanan

Sejak di perjalanan kau telah mengikat hatiku
wajah dan senyummu membawa bahagia
tiada kuduga surat akan begini jadinya
kenangan padamu selalu mendatang
Reff :
namun aku percaya kau menepati janji
hanya dengan doa kusampaikan padamu
Sejak diperjalanan kau telah menawan hatiku
wajah dan senyummu membawa bahagia

Denny

Terima kasihku ucapkan padamu oh Denny
kuingin buatkan untukmu mahlidai intan
bingkisan darimu telah kuterima tadi malam
akan kujadikan sebagai kenang-kenangan
Reff :
Engkau berjanji akan datang
seiring senja nan datang
hilir mudikku mencari dikau tak nampak jua oh Denny
gambarmu menghiasi dinding setiap wanita
terpesona daku akan halus budi bahasamu

Mengenang Nasib

Dikala senja telah tiba
cahayapun telah suram
termenung daku seorang mengenang nasibku
kucoba tuk menghilangkan masa yang telah silam
cahayapun makin suram tanda malam tiba
Reff :
tak kusadari diriku
hari telah larut malam
namun hatiku selalu tetap kelam
cahaya bulan mendatang memancar cahya perak
hatiku tetaplah bimbang mengenang nasibku

Sayang

Aku berjumpa di halaman rumahnya
seorang yang menawan hatiku
gayanya lincah nian
tutur katapun mesra
terpesona kiniku jadinya
hati terasa berdebar selalu
kutanya siapakah namanya
sayang seribu sayang
dia telah mengikat janji
dengan kawanku diseberang rumahnya

Tanpa Tujuan

Temu sudah kuberjalan selangkah demi selangkah
tak menentu tak tujuan kan kemana
terasalah basah badan berpeluh seluruh tubuh
terasa kini olehku sedang melangkah
Reff :
Ingin kembali ke asal mulaku datang
ingin terbang apa daya tak bersayap
mau tak mau terpaksalah menunggu seorang diri
kalau aku kan berjumpa seorang kawan

Senja Dibinaria

Pantainya dikala senja
berhiaskan lampu nelayan
dikala aku sedang duduk berdua
terlupa keletihan kerja sehari
kenangan dibinaria
dikala senja mendatang
indahnya alam di sinar bulan purnama
menjadi kenangan tak terlupakan
jangan lewatkan di malam minggu melantai berpasangan
berduka bersedih lupakan
kan bila ada yang terluka
anggaplah tidak pernah ada
Jangan lewatkan di malam minggu melantai berpasangan
berduka bersedih lupakan
tak akan terlupakan
suatu senja indah dibinaria

Hampa

Beginilah rasanya
kekasih tlah tiada
hati rasa hampa
tiada putus duka
hati tak rela
cintaku slama ini
hanyalah kepadamu
tetapi mengapa
engkau pergi jua
meninggalkan
hatiku tak mungkin lagi
akan kembali
padaku tlah kau bawa pergi
Hancur semua harapan
tak dapat terkatakan
tak kuasa lagi
kumenanggung ini
oh Tuhanku
lindungilah insan ini
yang buta hati
permohonanku hanya dia hidup lagi

Pulang Ke Jakarta

Telah sebulan
kutinggalkan ibukota
tapi tak ada gunanya
lebih indah ibukota
pesawat garuda yang datang dari Jakarta
membawaku dari Medan pulang ke Jakarta
Mulanya dikau kutinggalkan
inginku dapat pengalaman
harapan dikau menunggu
tapi tak jumpa lagi
Begini…
akhirnya kisahku ini
tiada mesra akhirnya
kini kusendiri lagi
Mulanya dikau kutinggalkan
inginku dapat pengalaman
harapan dikau menunggu
tapi tak jumpa lagi
Kukini…
melandasi Kemayoran
sedih pun campur gembira
pulang ke Jakarta

Ah Mengapa

Ah mengapa kuimpikan selalu
siang malam terbayang wajahmu
walau baru pertama kali jumpa
sesaat kita bertemu mata
kemana kini kan kucari
tuk curahkan isi hati padamu
ah mengapa senyummu selalu menggangu
kini hati gelisah tak menentu
segala daya upaya tlah kucoba
kiranya sia-sia belaka
Terimalah kasih mesraku ini
yang kuberikan untukmu seorang
ku takkan mengenang siapa lagi
selain kau yang akan kupuja

Tampak Sebelah

Hai kemanakah dia pergi
baru saja ada di sini
Hai dimanakah dia kini
tadi aku bawa kemari
Reff :
ya ya kutahu engkau sembunyi
aku akan segera mencari
ha ha kutahu engkau disana
kakimu tampak sebelah

Tidak Akan Kutanya

Setiap kali kubertanya
siapakah orangnya
selalu jawabmu padaku
hanyalah kawan lama
tapi diaku datang padamu
dikala malam minggu
kawanmu selalu berada
menemani dikau
Reff :
Biarlah minggu depan
daku datang yang terahkir kali
sudah sejak sama dikau
dingin terhadapku
tak akan kutanya lagi siapakah orangnya

2 Komentar (+add yours?)

  1. ningtyas edy pangestu
    Des 09, 2013 @ 21:14:30

    teringat kenangan masa lalu yg takkan mungkin terulang lagi, thx gan …

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: