Perusakan Lingkungan Hidup

Masalah-masalah yang ada di dunia seperti perusakan lingkungan hidup tentunya akan berdampak negatif bagi suatu ekosistem. Perusakan lingkungan hidup tersebut biasanya dengan cara pembakaran hutan, penebangan pohon, penggundulan hutan, pembuangan sampah sembarangan, dan pembuangan limbah industri sembarangan. Biasanya, alasan orang melakukan itu adalah untuk membuka lahan baru, baik itu untuk dijadikan perumahan yang mewah, lapangan olahraga, atau dijadikan perkebunan kelapa sawit dan sawah. Hal ini mengakibatkan hilangnya tempat hewan hewan yang biasa menempati hutan itu. Hewan hewan itu akan merasa tergusur, dan tidak tahu tempat mana yang akan ditinggalinya. Tentu saja, jika ada hewan liar yang masuk perkampungan warga, karena tempat tempat bagi hewan itu akan tergusur.

Selain itu, penggundulan hutan dengan cara menebang pohon sembarangan dapat menyebabkan berkurangnya sumber resapan bagi air. Pohon dapat meresap air yang ada didalam tanah. Oleh karena itu, jika pohon ditebang maka resapan berkurang. Jika resapan berkurang, tidak ada yang meresap air, sehingga jika hujan yang intensitasnya cukup deras, tidak dapat tertampung lagi, sehingga dapat menyebabkan banjir. Banjir merupakan dampak buruk bagi masyarakat. Resapan yang kurang mengakibatkan meluapnya air dari suatu tempat.

Permasalahan selanjutnya, yaitu pembakaran hutan yang ditujukan untuk pembukaan lahan baru. Hal ini mendatangkan dampak negatif, yaitu menimbulkan kabut asap tebal yang berbau, mengandung unsur karbon monoksida yang dapat mengakibatkan sesak nafas atau sistem pernafasan terganggu. Selain sistem pernafasan terganggu, penglihatanpun terganggu ketika sedang membawa kendaraan yang berada dijalan. Kabut asap yang tebal dapat mengakibatkan kecelakaan dijalan raya serta membahayakan keselamatan orang lain. Orang yang menghirup asap mengakibatkan sesak nafas yang dapat menimbulkan kematian. Permasalahan ini harus segera ditangani, jika tidak, dapat banyak menimbulkan korban jiwa.

Sekarang ini, banyak orang yang sering membuang sampah tidak pada tempatnya alias buang sampah sembarangan. Biasanya, pembuangan sampah sembarangan di sungai dan dipinggir jalan raya. Jika pembuangan sampah di sungai, berakibat pada populasi ikan. Jika tercemar oleh sampah sampah yang membusuk disungai, maka banyak ikan yang mati. Selain itu, air di sungai akan menjadi kotor dan tercemar. Air yang kotor dan tercemar akan bermuara di laut, jika tak ada yang menghalanginya. Pada sungai yang banyak sampahnya, biasanya saluran sungainya akan tersumbat, sehingga air yang mengalirpun akan meluap ke pemukiman warga dan mengakibatkan banjir. Banjir ini mengandung sampah yang dapat mengibatkan penyakit seperti gatal-gatal, jamur, muntaber, diare, muntah, dan lain lain. Penyakit tersebut harus segera ditangani, jika tidak akan mengakibatkan kematian.

Pembuangan sampah pada jalan raya atau dipinggir jalan raya, berdampak penumpukan sampah yang mengakibatkan pembusukan, dan menimbulkan bau busuk yang menyengat hidung. Hal seperti ini juga akan mengakibatkan terganggunya jalannya nafas seseorang. Sampah sampah yang bertumpuk di jalan harus dibersihkan agar pengguna jalan dapat melintas dengan nyaman. Selain itu, kita juga wajib sadar jika membuang sampah haruslah pada tempatnya. Agar terlihat rapi dan bersih, pembuangan sampah harus pada tempatnya.

Banyaknya penghargaan yang muncul seperti Adipura, dll. Inilah penghargaan untuk kota yang paling bersih, jarang ada sampah yang berserakan. Ini bertujuan untuk membuat semangat agar kota tetap bersih terhindar dari sampah yang berserakan di mana mana. Warga dituntut untuk menjaga kebersihan kota, sehingga ini merupakan upaya untuk membudidayakan kebersihan dan mencegah kerusakan alam yang merupakan permasalahan-permasalahan dunia.

Selanjutnya, permasalahannya adalah pembuangan limbah industri secara sembarangan tanpa memperhatikan lingkungan hidup sekitarnya. Dapat mengakibatkan kualitas air menjadi rusak yang juga dapat mempengaruhi makhluk hidup sekitarnya yang dapat menimbulkan kematian makhluk hidup. Atau dapat meracuni kita jika kita mengkonsumsi ikan yang tercemar limbah. Limbah seharusnya dinetralkan sesuai ukurannya, baru dibuang ke sungai, karena sudah netral maka tidak mencemari lingkungan.

Reboisasi, merupakan langkah utama untuk menangani kerusakan alam yang disebabkan oleh pembakaran hutan atau penebangan hutan sembarangan. Reboisasi adalah langkah untuk penanaman kembali hutan yang telah hangus terbakar atau ditebang. Reboisasi adalah langkah untuk penghijauan. Penghijauan adalah menanam biji untuk dijadikan pohon yang banyak yang ditujukan untuk jantung dunia yang dapat menghidupi seluruh manusia. Dengan banyak pohon, udara oksigen akan memenuhi muka bumi ini dan kita dapat bernafas.

Kesimpulannya, kita dituntut untuk menjaga lingkungan kita dari pencemaran limbah industri, mencegah penebangan hutan sembarangan, mencegah kebakaran hutan yang menimbulkan asap yang mengganggu kita. Kita juga harus menaati hukuman yang berlaku, agar lingkungan kita semakin baik. Kita dilarang untuk merusak lingkungan, karena sedang menjadi permasalahan dunia. Merusak lingkungan menjadikan bumi kita semakin rusak dan sulit sekali untuk memperbaikinya. Bumi sebagai tempat makhluk hidup bertempat tinggal, jangan dirusak dan dapat menjadi kerusakan tempat tinggal atau dapat menjadikan punahnya makhluk hidup yang tempat tinggalnya telah dijadikan lahan atau industri. Jadikan hidup ini penuh kenyamanan ketika lingkungan kita tidak rusak. Rawatlah ciptaanNya.

Lingkungan bersih dan sejuk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: