Daftar Siaran Televisi Kota Malang Agustus 2015

Daftar Siaran Televisi di Kota Malang

No. Nama Siaran Televisi Channel Frekuensi
1. Trans TV 22 UHF 479 MHz
2. RTV 24 UHF 495 MHz
3. Dhamma TV 26 UHF 511 MHz
4. Gajayana TV 28 UHF 527 MHz
5. Global TV 30 UHF 543 MHz
6. ATV 32 UHF 559 MHz
7. JTV 34 UHF 575 MHz
8. MNC TV 36 UHF 591 MHz
9. Indosiar 38 UHF 607 MHz
10. RCTI 40 UHF 623 MHz
11. TVRI 42 UHF 639 MHz
12. ANTV 44 UHF 655 MHz
13. SCTV 46 UHF 671 MHz
14. Batu TV 48 UHF 687 MHz
15. Malang TV 50 UHF 703 MHz
16. MHTV Malang 52 UHF 719 MHz
17. TV One 54 UHF 735 MHz
18. Metro TV 55 UHF 743 MHz
19. NET. 58 UHF 767 MHz
20. Trans 7 60 UHF 783 MHz
21. CRTV 62 UHF 799 MHz
22. TVRI 3 VHF 62 MHz

Sampingan

Daftar Siaran Televisi Kota Malang Agustus 2014

Daftar Siaran Televisi di Kota Malang

No. Nama Siaran Televisi Channel Frekuensi
1. Trans TV 22 UHF 479 MHz
2. RTV 24 UHF 495 MHz
3. Dhamma TV 26 UHF 511 MHz
4. Gajayana TV 28 UHF 527 MHz
5. Global TV 30 UHF 543 MHz
6. ATV 32 UHF 559 MHz
7. JTV 34 UHF 575 MHz
8. MNC TV 36 UHF 591 MHz
9. Indosiar 38 UHF 607 MHz
10. RCTI 40 UHF 623 MHz
11. TVRI 42 UHF 639 MHz
12. ANTV 44 UHF 655 MHz
13. SCTV 46 UHF 671 MHz
14. Batu TV 48 UHF 687 MHz
15. Malang TV 50 UHF 703 MHz
16. MHTV Malang 52 UHF 719 MHz
17. TV One 54 UHF 735 MHz
18. Metro TV 55 UHF 743 MHz
19. UBTV 56 UHF 751 MHz
20. NET. 58 UHF 767 MHz
21. Trans 7 60 UHF 783 MHz
22. CRTV 62 UHF 799 MHz
23. TVRI 3 VHF 62 MHz

Uang Baru NKRI Rp100.000

Pada tanggal 17 Agustus 2014, BI mengeluarkan uang baru pecahan Rp100.000, dimana tidak terdapat perbedaan yang cukup menonjol, hanya meliputi 8 perbedaan saja.

Berikut ciri-ciri uang NKRI pecahan Rp100.000

Sumber : http://www.bi.go.id/id/ruang-media/siaran-pers/Documents/Ciri-uang-DesainNKRI-picture.jpg

Berikut ini perbedaan uang Rp100.000 yang lama dan Rp100.000 yang baru :

Sumber : http://www.bi.go.id/id/ruang-media/siaran-pers/Documents/Perbedaan-Uang-DesainNKRI.jpg

Berikut ini adalah PBI (Peraturan Bank Indonesia) yang mengatur tentang pengeluaran dan pengedaran uang rupiah NKRI 2014.

PERATURAN BANK INDONESIA
NOMOR 16/ 13 /PBI/2014
TENTANG PENGELUARAN DAN PENGEDARAN UANG RUPIAH KERTAS PECAHAN 100.000 (SERATUS RIBU) TAHUN EMISI 2014

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
GUBERNUR BANK INDONESIA,

Menimbang :

a. bahwa sesuai amanat dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, perlu diberlakukan, dikeluarkan, dan diedarkan uang Rupiah kertas dengan ciri tertentu;

b. bahwa pengeluaran dan pengedaran uang Rupiah ditujukan untuk menyediakan uang tunai di masyarakat sebagai alat pembayaran yang sah (legal tender) di Negara Kesatuan Republik Indonesia;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Bank Indonesia tentang Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 100.000 (Seratus Ribu) Tahun Emisi 2014;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 66Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3843), sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2009 Pasal 4 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4962);

2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5223);

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN BANK INDONESIA TENTANG PENGELUARAN DAN PENGEDARAN UANG RUPIAH KERTAS PECAHAN 100.000 (SERATUS RIBU) TAHUN EMISI 2014.

Pasal 1
Bank Indonesia mengeluarkan dan mengedarkan uang Rupiah kertas pecahan 100.000 (seratus ribu) tahun emisi 2014 sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pasal 2

Macam uang Rupiah kertas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 merupakan jenis uang kertas yang memiliki ciri tertentu pada desain, bahan, dan teknik cetak.

Pasal 3

Harga uang Rupiah kertas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 mempunyai nilai nominal Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah).

Pasal 4

Uang Rupiah kertas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 memiliki ciri sebagai berikut:

a. warna
bagian muka dan bagian belakang dicetak dengan warna dominan merah;

b. gambar

1. bagian muka

a) gambar utama berupa gambar Proklamator Dr. (H.C.) Ir. Soekarno dan Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta, dan di bawahnya dicantumkan tulisan “Dr. (H.C.) Ir. SOEKARNO” dan “Dr. (H.C.) Drs. MOHAMMAD HATTA”;

b) di antara gambar Proklamator terdapat teks Proklamasi;

c) di atas teks Proklamasi terdapat cetakan garis-garis lurus dalam bidang berbentuk segi empat yang apabila dilihat dari sudut pandang tertentu akan timbul efek warna pelangi (rainbow effect);

d) pada sebelah kiri atas gambar utama terdapat angka nominal “100000” dengan arah horizontal;

e) pada sebelah kanan gambar utama di bawah gambar lambang negara Garuda Pancasila terdapat angka nominal “100000” dengan arah vertikal;

f) pada sebelah kiri gambar utama terdapat gambar Gedung Proklamasi;

g) pada sebelah kiri gambar utama di bawah angka nominal “100000” terdapat gambar saling isi (rectoverso) yang apabila diterawangkan ke arah cahaya akan terlihat logo Bank Indonesia secara utuh;

h) pada sebelah kiri bawah gambar utama terdapat tulisan “NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA” dan di bawah tepi tulisan tersebut terdapat tulisan “SERATUS RIBU RUPIAH”;

i) pada sebelah kiri gambar utama di atas tulisan “NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA” terdapat kode tuna netra (blind code) berupa 2 (dua) buah lingkaran berwarna merah yang terasa kasar apabila diraba;

j) pada sebelah kanan atas gambar utama terdapat gambar tersembunyi (latent image) berupa tulisan “BI” yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu dalam bingkai persegi panjang berbentuk ornamen tertentu;

k) pada sebelah kanan atas gambar utama terdapat gambar lambang negara Garuda Pancasila, dengan latar belakang berwarna hijau;

l) pada sebelah kanan gambar utama terdapat lingkaran-lingkaran berwarna jingga yang letaknya tersebar;

m) pada sebelah kanan gambar utama di bawah angka nominal “100000” terdapat logo Bank Indonesia di dalam bidang berbentuk perisai yang dicetak dengan tinta khusus yang akan berubah warna (colour shifting ink) dari kuning keemasan menjadi hijau apabila dilihat dari sudut pandang tertentu;

n) pada sebelah kanan gambar utama di bawah bidang berbentuk perisai terdapat bidang persegi panjang berwarna hijau;

o) pada sebelah kanan gambar utama di bawah tanda air terdapat angka tahun emisi dengan tulisan “TE. 2014”, tanda tangan Gubernur Bank Indonesia beserta tulisan “GUBERNUR”, dan tanda tangan Menteri Keuangan beserta tulisan “MENTERI KEUANGAN”;

p) terdapat teks mikro (microtext) dengan tulisan “BANKINDONESIA” atau “BI” dan hanya dapat dibaca dengan bantuan kaca pembesar pada:

1) tepi kiri atas, tepi kiri tengah, dan tepi kiri bawah yang berbentuk pola tertentu dengan warna yang berbeda;

2) bagian tengah dan di bawah teks Proklamasi dengan warna merah;

3) sebelah kanan gambar utama di bawah gambar tersembunyi (latent image) yang berbentuk gambar bunga teratai; dan

4) tepi kanan atas, tepi kanan tengah, dan tepi kanan bawah yang berbentuk pola tertentu dengan warna yang berbeda;

q) pada bagian atas dan bawah tanda air terdapat teks mini (minitext) dengan tulisan “BANKINDONESIA” berwarna merah dan berbentuk pola tertentu dengan ukuran teks berbeda yang dapat dibaca tanpa bantuan kaca pembesar;

2. bagian belakang

a) gambar utama berupa gambar Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia;

b) pada sebelah bawah gambar utama terdapat tulisan “DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA MENGELUARKAN UANG SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN YANG SAH DENGAN NILAI SERATUS RIBU RUPIAH”;

c) pada sebelah atas gambar utama terdapat gambar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang akan memendar kuning di bawah sinar ultraviolet;

d) pada sebelah kiri atas gambar utama terdapat cetakan tidak kasat mata berupa bagian gambar Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia yang akan memendar merah di bawah sinar ultraviolet;

e) pada sebelah kiri gambar utama, terdapat cetakan tidak kasat mata berupa angka nominal “100000” yang berada dalam bidang persegi panjang yang akan memendar hijau di bawah sinar ultraviolet;

f) pada sebelah kiri gambar utama terdapat lingkaran-lingkaran berwarna jingga yang letaknya tersebar;

g) pada sebelah kanan atas gambar utama terdapat tulisan “BANK INDONESIA”;

h) pada sebelah kanan gambar utama di bawah tulisan “BANK INDONESIA” terdapat nomor seri dengan bentuk asimetris yang terdiri atas 3 (tiga) huruf dan 6 (enam) angka yang dicetak dengan tinta berwarna hitam yang akan memendar hijau di bawah sinar ultraviolet;

i) pada sebelah kiri bawah gambar utama terdapat nomor seri dengan bentuk asimetris yang terdiri atas 3 (tiga) huruf dan 6 (enam) angka yang dicetak dengan tinta berwarna merah yang akan memendar kuning di bawah sinar ultraviolet;

j) pada sebelah kanan gambar utama di bawah nomor seri terdapat gambar saling isi (rectoverso) yang apabila diterawangkan ke arah cahaya akan terlihat logo Bank Indonesia secara utuh;

k) pada sebelah kanan bawah gambar utama terdapat angka nominal “100000” dengan arah horizontal;

l) pada sebelah kiri atas gambar utama terdapat angka nominal “100000” dengan arah vertikal dan latar belakang berwarna hijau;

m) pada sebelah kiri gambar utama di bawah nomor seri terdapat bidang persegi panjang berwarna hijau;

n) pada sebelah kanan gambar utama di bawah angka nominal “100000” terdapat tulisan “PERUM PERCETAKAN UANG RI IMP.” dan angka tahun cetak;

o) terdapat teks mikro (microtext) dengan tulisan “BANKINDONESIA” atau “BI” dan hanya dapat dibaca dengan bantuan kaca pembesar pada:

1) tepi kiri tengah yang berbentuk pola tertentu dengan warna yang berbeda;

2) sebelah kiri gambar utama yang berbentuk pola tertentu dengan warna yang berbeda; dan

3) tepi kanan tengah yang berbentuk pola tertentu dengan warna berbeda;

p) pada bagian atas dan bawah tanda air terdapat teks mini (minitext) dengan tulisan “BANKINDONESIA” berwarna jingga dan berbentuk pola tertentu dengan ukuran teks berbeda yang dapat dibaca tanpa bantuan kaca pembesar;

c. bahan

kertas uang memiliki spesifikasi sebagai berikut:

1. terbuat dari serat kapas;
2. ukuran panjang 151 mm dan lebar 65 mm;
3. warna merah muda;
4. tidak memendar di bawah sinar ultraviolet;
5. tanda air berupa gambar Pahlawan Nasional W.R. Soepratman dan electrotype berupa logo Bank Indonesia dan ornamen tertentu; dan
6. benang pengaman berbentuk anyaman yang memuat tulisan “BI 100000” berulang-ulang dan terbaca utuh atau terpotong
sebagian.

Pasal 5
Uang Rupiah kertas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 mulai berlaku,
dikeluarkan, dan diedarkan pada tanggal 17 Agustus 2014.

Pasal 6
Uang Rupiah kertas pecahan 100.000 (seratus ribu) tahun emisi 2004 yang telah dikeluarkan oleh Bank Indonesia dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang belum dicabut dan ditarik dari peredaran.

Pasal 7
Peraturan Bank Indonesia ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan
Peraturan Bank Indonesia ini dengan penempatannya dalam Lembaran
Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 24 Juli 2014

GUBERNUR BANK INDONESIA,
AGUS D.W. MARTOWARDOJO

Diundangkan di Jakarta
Pada tanggal 24 Juli 2014

MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,
AMIR SYAMSUDIN
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2014 NOMOR 180 DPU

Televisi Baru di Kota Malang “MHTV Malang”

Pada tanggal 24 Juni 2014 sekitar pukul 14.00 WIB, di channel 52 UHF kota Malang mengudara MHTV Malang. Sebelum itu, channel 52 UHF hanya berisi color bar saja. Sebelum MHTV Malang mengudara, di channel 52 UHF berisi FTV (Family Televisi) yang sekian lama tidak mengudara, entah mengapa.

Kembali ke MHTV Malang. Dilihat dari bentuk logonya, MHTV Malang, mirip dengan logo MHTV Surabaya. Logo tersebut adalah logo tv berjaringan di surabaya, yaitu Sindo TV. Pertanyaannya, apakah Sindo TV akan mengudara di kota Malang dibawah televisi berjaringan MHTV Malang?
Jika saya prediksi kemungkinan Sindo TV akan mengudara di malang, karena logonya mirip dengan channel-channel yang berjaringan di Sindo TV.

Zhang Xiao Ying Pop Indonesia “Hello-Hello”

Side A :

1. Aku Malu
2. Hello Hello (Jumpa Lagi)
3. Setelah Kau Tinggalkan
4. Tetesan Air Mata
5. Kau Tinggalkan Kusendiri
6. Kekasih Hati
7. Dimanakah Kau Kekasih
8. Kopi Susu
9. Duri Dan Cinta

Side B :

1. Pulanglah Kasih Sayang
2. Datanglah
3. Cinta Pertama
4. Syair Lagu Cinta
5. Bye Bye
6. Maafkanlah
7. Mimpi
8. Kenangan Manis

 

Lirik Lagu

Side A :

1. Aku Malu

Aku malu sungguh aku malu
karena kau telah mencium pipiku
sehari yang lalu ohohohoh kujadi malu
Aku malu sungguh aku malu
Apabila engkau menatap wajahku
memperhatikanku ohohohoh kujadi malu
Siang jadi kenangan
malam terbayang menjadi impian
selalu mengharapkan
bertemu kembali berkasih mesra
Gemetarlah seluruh tubuhku
baru kali ini aku mengalami
hangatnya ciuman ohoh
ciuman pertama

2. Hello Hello (Jumpa Lagi)

Hello Hello Hello Hello Hello
kita jumpa lagi
Hello Hello Hello Hello Hello
bahagiakah kini
Lama lama lama lama lama
kau tak menyurati
lupakah padaku kawan setiamu
siapa itu jalan di sebelahmu
melihat padaku seakan cemburu
dia cantik jelita luar biasa
sungguh pandai engkau memilih kasihmu

3. Setelah Kau Tinggalkan

Telah lama kuberjalan
menyusuri hidup yang sendiri
tak terlukiskan betapa sedih
rasa hatiku mengenangmu
sekian lama kita berpisah
kini yang tinggal hanya kenangan
sampai kini kusendiri
setelah kau tinggalkan
Tak ingin ku mengulangi
kisah lama yang penuh derita
hatiku kini tertutup sudah
untuk asmara dan bercinta
walau terasa hampa diriku
kini yang tinggal hanya kenangan
sampai kini kusendiri
setelah kau tinggalkan

4. Tetesan Air Mata

Tiada pernah kusangka
hatimu tinggal padaku
kau mengingkari janji yang pernah
kau katakan kepadaku
air mataku jatuh berderai
menyesali jalan cintaku
yang telah kualami
tiada lagi harapanku
ternyata selama ini
cintamu palsu belaka
manis tutur katamu
yang telah kau ucapkan kepadaku
air mataku jatuh berderai
menyesali jalan cintaku
yang telah kualami
tiada lagi harapanku

5. Kau Tinggalkan Kusendiri

Mengapa kau oh kekasih
kau tinggalkan ku sendiri
tanpa pesan yang kau tinggalkan
tanpa senyum dan salam
apakah aku tak setia
ataupun bersalah
kalau memang demikian
maafkan diriku
selalu kan kuingati

6. Kekasih Hati

Wahai dikau kekasih hati
mengapa wajahmu bersedih
aku selalu mengingat dirimu
walaupun kini engkau jauh
percayalah dikau padaku
janganlah bimbang serta ragu
aku harapkan engkaupun setia
seperti janjimu padaku
Kasihmu tetap kukenang
dirimu tetap kusayang
walaupun apa terjadi
cintamu selalu dihatiku
percayalah dikau padaku
janganlah bimbang serta ragu
aku harapkan engkaupun setia
seperti janjimu yang kuharap darimu

7. Dimanakah Kau Kekasih

Telah lama aku mencari
kekasih yang ku cinta
yang kini pergi meninggalkan
tiada kunjung kembali
namun tiada pernah aku berputus asa
walaupun tiada berjumpa
tetap akan kumencari
engkau pujaan hatiku
dimanakah kau berada
Wahai angin yang sedang bertiup
tunjukkanlah kepadaku
dimanakah kekasihku
yang pergi tiada kembali
namun tiada pernah aku berputus asa
walaupun tiada berjumpa
tetap akan kumencari
engkau pujaan hatiku
dimanakah kau berada

8. Kopi Susu

Kopi susu gula pasir
kopi susu gula di panci
Kopi susu gula pasir
kopi susu gula di panci
jikalau nona cintalah sungguh sayang
jikalau nona cintalah sungguh sayang
aduh jiwa sayang
aduh jiwa sayang
jiwa manis terbayang bayang
Kopi susu gula pasir
kopi susu gula di panci
Kopi susu gula pasir
kopi susu gula di panci
Suruh menyuruh tentu saya mau sayang
Suruh menyuruh tentu saya mau sayang
aduh jiwa sayang
aduh jiwa sayang
jiwa manis terbayang bayang

9. Duri Dan Cinta

Bila duri berkembang dalam hati
takkan lama lusapun kan menghilang
semua semua kan berarti
Bila cinta berkembang dalam hati
lama bersemi bertahun tahun lagi
semua semua kan abadi
Hanyalah cinta kasih sayang
laju berkembang dalam hati
Oh..

Side B :

1. Pulanglah Kasih Sayang

Tiada lagi harapan
dikau telah meninggalkan diriku
semua ini bukan salahmu
nasiblah yang sedang menggoda diriku
tiada seorang yang dapat
menggantimu tuk mengisi kesepian
masa masa yang telah lalu
mengapakah takkan terulang lagi
Lalalalalalalala
Pulanglah kasih sayang
dimanakah kekasihku
kau begitu jauh
tiada seorang yang dapat
menggantimu tuk mengisi kesepian
masa masa yang telah lalu
mengapakah takkan terulang lagi

2. Datanglah

Bila ingat dirimu
hatiku resah selalu
melamun pikiran tak tentu
selalu terbayang wajahmu oh kasih
datanglah kasihku
datanglah engkau padaku
hati selalu memanggil namamu
mengharapkan kedatangan dirimu

3. Cinta Pertama

Bila kuingat lagi
masa yang telah lama berlalu
ketika kualami cinta pertama
kumerasa amat bahagia
walau sedang didalam derita
namun semua kurasakan indahnya
indahnya seakan akan didalam surga
Bila kukenang lagi
masa yang pernah aku alami
pertama kurasakan gelora hati
kumerasa amat bahagia
walau sedang didalam derita
namun semua kurasakan indahnya
indahnya seakan akan didalam surga

4. Syair Lagu Cinta

Kunyanyikan lagu ini
kupersembahkan padamu
walaupun tiada seindah
warna biru dalam cinta
harapanku padamu
jangan lupakan janjimu
yang kau ucapkan padaku
walau apa yang terjadi
selama kita berpisah
setahun berlalu sudah
hanya kukirimkan padamu
syair lagu dalam cinta
harapanku padamu
jangan lupakan janjimu
yang kau ucapkan padaku
walau apa yang terjadi

5. Bye Bye

Lalalala lalalala
Selamat tinggal bye bye
selamat berpisah bye bye
selamat sampai jumpa lagi
sampai nanti ku kembali
Selamat tinggal bye bye
selamat berpisah bye bye
selamat sampai jumpa lagi
sampai nanti ku kembali
Kupergi tak lama
segera kembali
doakan saja
semoga tercapai cita cita
Selamat tinggal bye bye
selamat berpisah bye bye
selamat sampai jumpa lagi
sampai nanti ku kembali

6. Maafkanlah

Maafkanlah kekasihku
kita harus berpisah
terpaksa ku menerima
nasib yang begini
tak sampai rasa hati
mengatakan padamu
maafkanlah oh kekasih
segala dosaku
Kudoakan kekasihku
semoga kau bahagia
aku harus menerima
kehendak yang kuasa
tak sampai rasa hati
mengatakan padamu
maafkanlah oh kekasih
segala dosaku

7. Mimpi

Mama aku ada pinta
papa aku mohon doa
kutelah berjumpa
seorang pujaan hati
ketika semalam kubermimpi

dan ku dipeluk dalam sayang
dibawa ke bukit gunung karang
berlayar menembus ombak kutertawa gelak
tak ada lagi aral melintang

Aku terjaga di dalam pilu
dia pergi mimpipun berlalu
semesra bisikan dalam kalbu
sepedih hati disayat sembilu

Mama aku ada tanya
papa aku ada sapa
akan kah pujaan hatiku
kembali tiba
sebagai impian yang nyata

8. Kenangan Manis

Bila berjumpa kasih
bahagia dalam hati
berpeluk dan bercumbu
berpadu dalam cinta
penuh kasih mesra
dan belaian sayang
saling melepaskan
kerinduan

indah dikenang
manis terbayang
dimasa saling bercinta
tiada seindah
kenangan manis
dimasa remaja

Walau musim berganti
tidak seperti dulu
tiada kata cinta
tiada belai rayu
tetapi kenangan
dimasa remaja
takkan terlupakan
sepanjang masa

Pemilihan Umum Presiden 2014

Negara Indonesia setiap 5 tahun sekali mengadakan pemilihan presiden.
Berikut ini disertakan link jajak pendapat atau polling pilpres 2014.
Silahkan ke :

http://www.sukoasih.com/?p=2269

Mohon menyumbangkan suara untuk polling pilpres
Hak suara kita menentukan penerus pemimpin bangsa kita.
Buktikan kita tidak golput pada 9 juli 2014 !!

Zhang Xiao Ying Bahasa Indonesia Volume 3

Pembukaan :
Hai ketemu lagi
untuk kali yang ketiga
kita bertemu kembali
dalam rekaman Surya Emas yang asli
selamat mendengarkan
semoga anda puas
dengan iringan band Surya Emas
yang selalu mantap
terima kasih.

Side A :
1. Fernando
2. Tanpa Dirimu
3. Tak Hilang Diingatan
4. Setia Menanti
5. Bahagia Bersamamu
6. Jalan Menuju Cinta
7. Malam Penuh Cinta

Side B :
1. Jangan Dikenang
2. Anggrek Merah
3. Sunyi Sepi Sendiri
4. Pelayan Dan Pembantu
5. Cintaku Hanya Untukmu
6. Cinta Di Persimpangan
7. Dunia Impian
8. Ampas Cinta

Lirik :


Side A :

1. Fernando

Dimanakah kau Fernando
kenangan cinta kasih denganmu masih terbayang
dengarlah duhai Fernando
jeritan rindu hatiku memanggil dikau datang
bagiku hanya engkaulah kekasih yang paling tersayang

Duhai kasihku Fernando
jangan biarkan daku merana dalam merindu
kembalilah oh Fernando
kembali peluklah daku dengan api cintamu
bagiku hanya engkaulah kekasih yang paling kurindu

Kan kutunggu bila kau datang
dengan kasih dan sayang
cintaku hanya engkau seorang
hanya dikau tersayang
kembalilah kini padaku oh Fernando
kukirim pesan dalam lagu
aku rindu padamu

kukirim pesan dalam lagu
aku rindu padamu

2. Tanpa Dirimu

Sunyi nan mencekam diri
tiada yang menemani
tak kuasa daku seorang diri
hanyalah laguku ini penghibur hati
makin jauh lamunanku
makin hancur di hatiku
bayanganku hanya padamu
aku tak kuasa tanpa dirimu disisiku
duhai sayang kembalilah

3. Tak Hilang Diingatan

Terbayang selalu terbayang
tak pernah hilang diingatan
ketika kau jabat tanganku
seiring senyummu
indah sungguh berkesan
tak dapat kulupa
selama lamanya
walau kini telah berlalu
namun selalu
kujadikan kenangan kisah cintaku

4. Setia Menanti

Tak jemu aku menanti
asal pasti kau kembali
seribu tahun takkan lama
aku setia selamanya

setinggi tinggi gunung kudaki
sedalam samudera kuselami
hujan dan badai ku tak peduli
asalkan pasti engkau kembali
kepadaku duhai kasih

5. Bahagia Bersamamu

La la la la la

Kunyanyikan lagu nan merdu
tanda riang bahagia hidupku
bahagia bersamamu
engkau datang pengobat rindu

Dunia ini bagaikan kita pemiliknya
hanyalah kita berdua
cumbu rayu pun berpadu
bahagia bersamamu


6. Jalan Menuju Cinta

Apa guna kau bersedih
biarkan saja dia pergi
jangan berkecil hati
terserah semaunya
satu yang pergi
seribu penggantinya

Mungkin semua
telah suratan
tiada gunanya disesalkan
masih banyak caranya
jalan menuju cinta
cari yang lain
sebagai penggantinya

Usah kau kenang kenang lagi
masa yang silam
engkau juga kan merana
lupakanlah semua

Jangan sampai kau tenggelam
dalam gelora api cinta
masih banyak caranya
jalan menuju cinta
mengapa harus merana karenanya

7. Malam Penuh Cinta

Malam yang terang seterang hatiku ini
langit pun cerah secerah perasaanku

Saat itu cumbu dan rayu
janji pun berpadu
malam yang penuh dengan cinta
malam yang penuh bahagia

Engkau nyatakan kasihmu hanya bagiku
bulan dan bintang sebagai saksi cintamu

Sungguh indah dimalam itu
terkenang selalu
malam yang penuh dengan cinta
malam yang penuh bahagia

Side B :

1. Jangan Dikenang

Oh tinggallah kekasih
oh tinggallah pujaanku sayang
rela aku rela
jauh terbuang
pergi membawa diri
oh kenangan yang lalu
oh tinggallah goresan luka hati
sedih aku sedih
sendu merinding
aku hampa sendiri

Biarku pergi jauh
membawa hatiku yang pilu luka merana
biarku tenggelam hilangkan duka
aku jangan dikenang

2. Anggrek Merah

Tumbuhlah sekuntum bunga anggrek
yang berwarna merah tua
bunga anggrek merah
lambang cinta bergelora
kupetik dikau bunga
kuberikan kepadanya
sebagai tanda kasihku hanya kepadanya
kutanamkan dalam hatinya
sebagai tanda cinta

3. Sunyi Sepi Sendiri

Sunyi sepi kusendiri
menanti si jantung hati
dimanakah kau kini
tak kuasa daku menanti
lamunanku melayang
wajahmupun terbayang
hatikupun bimbang
namun kau tak kunjung datang
kurindu belaian kasih sayang
datanglah sayang

4. Pelayan Dan Pembantu

Hidup di dunia ini
ibarat roda pedati
berputar silih berganti
susah senang dialami
kini jadi pelayan
siapa tahu kemudian
jadi orang jutawan kaya
memang benar juga kawan
rejeki di tangan Tuhan
tapi harus berusaha
tercapailah cita cita
kini jadi pembantu
siapa tahu nanti jadi
nyonya besar jutawan kaya

5. Cintaku Hanya Untukmu

Oh beribu ribu
bintang bintang nun di awan
hanyalah satu tersayang
walau banyak
tetapi hanya satu dalam seribu
yang kucintai tentu hanya dirimu
tiada lain dihatiku
terimalah oh sayangku
pernyataan cintaku
dengan sepenuh hati

6. Cinta Di Persimpangan

Kalau memang jodohnya
kasih takkan kemana
keujung negeri aku telah mencari
namun tiada kutemui
kiranya kini datang sendiri
pucuk dicinta ulam tiba
hatiku kini bahagia

Aku jumpa dengannya
dipersimpangan jalan
terpaut hatiku padamu hai pujaan
dua hati telah bertemu
janjipun kini telah berpadu
dan kini menjadi kenangan
cintaku dipersimpangan

7. Dunia Impian

Maksud hati kan meraih
bintang nan di awan
tapi tangan tak sampai
maksud hati ingin terbang
apa daya
sayap pun tak punya
engkau yang jauh makin jauh
kau yang tinggi makin tinggi
khayalanku melayang layang
aha
jauh tinggi dalam mimpi

semua keindahan
bagai dalam dunia impian
penuh khayalan
dalam renungan
saat hati di kerinduan

8. Ampas Cinta

Oh ampas cinta yang kau berikan
kepada diriku
setelah puas hatimu dengan dia
aku kau beri sisanya

Oh janganlah kau anggap diriku
pengemis cinta
tiada guna berlagak jual mahal
pergilah aku tak mau

cintaku yang dahulu
kau anggap angin lalu
terlalu kau menghina diriku
kau melukai diriku
oh sungguh kejam dirimu

Oh ampas cinta yang kau berikan
kepada diriku
maafkanlah semua telah berlalu
carilah penggantiku

Previous Older Entries

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.